Kebun Bibit 2 Surabaya

kebun bibit

Warga kota akan memiliki taman rekreasi baru di Kebun Bibit Wonorejo. Selama ini kebun bibit ini hanya untuk area pembibitan berbagai tanaman. Tanaman hasil pembibitan di kebun ini untuk menyokong kebutuhan penghijauan kota.

Hidayat Syah, Kepala Dinas Kebersihan dan Pertamanan Kota Surabaya, mengatakan fungsi sebagai lahan pembibitan masih tetap dipertahankan. Namun, lokasi ini akan direvitalisasi dan dimaksimalkan fungsinya. Tidak hanya area mengembangbiakkan berbagai tanaman, tapi sekaligus sebagai tempat wisata yang bisa dinikmati warga kota.

Kami tidak akan mengubah, hanya menambah fungsi taman ungkapnya. Untuk itu, pihaknya akan melengkapi kebun bibit ini dengan berbagai fasilitas sehingga mirip dengan taman-taman lain di Surabaya.

Revitalisasi yang dilakukan terhadap kebun seluas 5,9 hektar ini, antara lain melengkapinya dengan sarana jogging track, arena bermain anak, dan food terrace. Jogging track dibuat mengelilingi telaga yang selama ini kondisinya dibiarkan tak terurus.

Namun, seiring pembangunan taman, telaga kini juga telah ikut dibenahi. Meski belum seindah selayaknya. Tapi taman dan arena bermain anak rasanya sudah bagus sebagai tempat rekreasi warga kota bersama keluarga.

Kalau saja mimpi tentang Taman Jurong di Singapura benar bisa diterapkan di kebun bibit ini, tentunya akan bisa menjadi aset kota yang sangat berharga. Mungkin saja, kebun ini akan menjadi catatan dunia sebagai taman paling indah. Bukankah Jurong di ujung barat Singapura juga demikian?

Jurong Bird Park di Singapura kini menjadi taman burung yang terbesar di seluruh dunia. Dibuka pertama kali pada Januari 1971 di lahan seluas 20.2 hektar. Konsep taman ini didesain agar para pengunjung bisa berjalan-jalan mengelilingi berbagai varian burung yang berasal dari Asia Tenggara, Afrika, Amerika Selatan dan Lory Loft.

Saat ini ada 600 spesies burung menghuni taman burung ini. Dan total jumlah burungnya sekitar 8000an. Jurong Bird Park ini pun menjadi salah satu tempat wisata favorit para wisatawan mancanenagara dan lokal. Bayangkan saja, total pengunjung pertahunnya mencapai hingga 900 ribu orang.

Bagi pengunjung yang tidak mau lelah berjalan kaki, disediakan kereta monorail yang mengeliling taman ini. Pengunjung akan bisa menikmati pemandangan yang indah serta kehidupan aneka satwa unggas yang ada di situ.

Kebun bibit ini tak hanya memiliki telaga, jogging track dan taman bermain. Ada pula area pembibitan tanaman yang tetap dipertahankan sebagai aset kebun. Bahkan, itulah fungsi awal Kebun Bibit Wonorejo, jauh sebelum akhirnya dibuka untuk umum.

Sebagai tempat pembibitan tanaman, kebun ini layaknya laboratorium anak-anak sekolah untuk studi secara langsung tentang berbagai jenis tanaman. Mereka beramai-ramai datang dari berbagai sekolah untuk mngenai nama dan bentuk tanaman, bagaimana membudidayakannya dan mengembangbiakkannya.

Tentu tak hanya bagi anak-anak sekolah. Semua pengunjung kebun bibit ini juga bisa belajar tentang jenis-jenis tanaman yang sangat mungkin bisa dikembangkan di rumah, taman perkampungan atau tempat umum lainnya. Ada petugas khusus yang siap mendampingi dan menjelaskan kepada Anda.

Berbagai tanaman yang ada di kebun ini antara lain jenis pepohonan pelindung, tanaman hias dan tanaman berkhasiat obat. Petugas juga siap mengajarkan cara-cara pembiakan tanaman, seperti stek, dengan biji atau generatif, tunas baru dan cangkok.

Selain itu, kebun bibit ini rencanya juga akan ditanami pohon-pohon langka. “Ini sekaligus memberi edukasi pada masyarakat tentang pohon-pohon langka yang sudah jarang ada yang mau memikirkan konservasinya,” katanya. Adanya pohon-pohon langka inilah yang nanti akan membedakannya dengan Kebun Bibit Bratang.