Cara Mudah Memahami Tren dalam Pasar Perdagangan Komoditi

Apa itu perdagangan komoditi? Pelajari manfaat dan kelebihannya. - Admirals

Tidak terkecuali pada pasar perdagangan komoditi, tren harusnya menjadi sahabat karib Anda. Memahami tren artinya, memahami kecenderungan laju harga pada periode waktu tertentu. Apakah itu akan mengalami kenaikan ataukah mengalami penurunan?

Mengingat pentingnya memahami tren dalam pasar perdagangan komoditi, simak artikel ini untuk mengenal kiat-kiat memahami tren.

Tips Memahami Tren

Anda perlu mengingat kelemahan ini tidak hanya dimiliki oleh Anda tapi banyak orang di luar sana tidak pernah tahu seberapa tinggi atau seberapa rendah pergerakan pasar. Mengikuti tren menjadi langkah aman untuk memperoleh pergerakan yang menguntungkan.

Ada dua cara yang biasanya dilakukan untuk terjun ke pasar saat Anda melihat tren:

  • Beli dengan mundur

Anda tidak jarang akan menjempuai kondisi pasar di mana pasar bergerak lebih tinggi selama 10 hari berturut-turut. Jika begitu, tunggu dalam waktu selama dua hingga tiga hari saat harga turun, kemudian maksimalkan dana yang Anda miliki untuk membeli.

  • Beli saat pasar mendapat kenaikan baru

Ini cara yang aman agar Anda tidak ketinggalan memahami tren. Tetapi, banyak pedagang kesulitan melihat cara ini. Padahal, ini adalah teknik paling berpotensi sukses.

Kapan Waktunya Berhenti Mengikuti Tren?

Anda mungkin perlu mengingat kalau tren tidak bertahan selamanya. Di luar tren, mengendalikan risiko dan melindungi keuntungan tetap harus menjadi prioritas Anda.

Ada pepatah lama yang mengatakan kalau sebaiknya kita mengikuti tren sampai bengkok. Setelah tren usai, pasar akan berubah seperti sedia kala.

Tren menjadi sangat penting apabila Anda memilih berdagang baik dalam jangka waktu yang relatif pendek, menengah atau panjang. Ini berlaku di pasar mana saja tanpa pengecualian komoditas.

Meski begitu, cobalah tetap mengingat beberapa hal saat Anda mencoba menilai apakah sebuah tren tersebut kuat atau justru lemah. Anda dapat menggunakan data volume dan open interest. Dua hal ini akan berperan penting untuk memvalidasi kekuatan tren.

Volume perdagangan merupakan jumlah kontrak berjangka yang akan diperdagangkan. Sedangkan, open interest merupakan jumlah posisi long dan open long pada kontrak berjangka. 

Baik data volume maupun open interest sudah tersedia di sebagian besar platform pasar, dan bursa. Mereka akan mempublikasikan data ini setiap hari di situs web resmi mereka. Beberapa juga sanggup menunjukkan komitmen data pedagang setiap minggunya.

Beberapa Aturan yang Perlu Anda Ketahui

Mengenai volume dan open interest, Anda perlu mengetahui beberapa aturan sederhana yang harus diikuti. Pertama, saat harga komoditas mengalami kenaikan atau penurunan. Kenaikan berkaitan dengan open interest, ikuti pergerakan harga dan arahnya.

Kedua, data akan menunjukkan bahwa aktivitas harga yang menarik lebih banyak mengalami partisipasi pasar. Terjadinya peningkatan pada volume dan open interest sebagai penanda bahwa tren kemungkinan akan berlanjut.

Di lain sisi, apabila harga naik atau turun kemudian volume menjadi lebih rendah dan open interest-nya menurun dan bergabung dengan pergerakan. Hal ini berarti para pelaku pasar sedang menarik diri dari pasar. Penurunan volume dan open interest adalah sebagai penanda bahwa tren telah kehabisan energi dan tiba waktunya untuk berubah.

Kini Anda telah memahami dua hal penting tersebut. Meski begitu, ada cukup banyak faktor yang dapat mempengaruhi harga komoditas. Sedangkan volume perdagangan dan open interest hanyalah dua dari banyak metrik yang wajib Anda perhatikan setelah memutuskan untuk Anda berdagang di pasar berjangka komoditi. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *